Minggu, 10 Juli 2011

Borobudur Temple Compounds

Borobudur is the world’s largest Buddhist monument and a priceless ancient center for pilgrimage and education in Mahayana Buddhism.
The world’s largest Buddhist monument draws pilgrims from around Southeast Asia to a remote hilltop in central Java, surrounded by lush green vegetation and ringed by volcanoes—one of which remains active.
Some 1,200 years ago builders carted two million stones from local rivers and streams and fit them tightly together without the aid of mortar to create a 95-foot-high (29-meter-high) step pyramid. More than 500 Buddha statues are perched around the temple. Its lower terraces include a balustrade that blocks out views of the outside world and replaces them with nearly 3,000 bas-relief sculptures illustrating the life and teachings of the Buddha. Together they make up the greatest assemblage of such Buddhist sculpture in the world.
Climbing Borobudur is a pilgrimage in itself, meant to be experienced physically and spiritually according to the tenets of Mahayana Buddhism. As the faithful climb upward from level to level, they are guided by the stories and wisdom of the bas-reliefs from one symbolic plane of consciousness to the next, higher level on the journey to enlightenment.
Borobudur was constructed in the eight and ninth centuries during the golden era of the Sailendra dynasty, which held sway on Java and neighboring Sumatra. This ruling clan came from South India or Indochina and helped to establish Java as a center of Buddhist scholarship and worship.
The magnificent site drew pilgrims for hundreds of years—Chinese coins and ceramics found there suggest that the practice continued until the 15th century. (In fact it has been revived today.)
But Borobudur was mysteriously abandoned by the 1500s, when the center of Javan life shifted to the East and Islam arrived on the island in the 13th and 14th centuries. Eruptions deposited volcanic ash on the site and the lush vegetation of Java took root on the largely forgotten site.
In the early 19th century Sir Thomas Stamford Raffles, British governor of Java, heard of the site and took an interest in having it excavated. While this process revealed Borobudur’s treasures it also triggered a process of decay by exposing them to the elements. Villagers liberated stones for building materials, and collectors removed Buddha heads and other treasures for private and public collections around the world.
Fortunately, the decline of Borobudur was arrested by tighter regulations and one of the most ambitious international preservation projects ever attempted. The “Save Borobudur” campaign was launched in 1968 through the government of Indonesia and UNESCO.
The massive monument’s lower terraces were dismantled and their priceless relief panels were cleaned and treated against weathering. During this process an extensive drainage system was put in place to prevent the erosion that had taken such a toll on the temple. Over eight years a million stones were removed and later reassembled.
The result is that Borobudur remains today what it was 1,200 years ago—a unique treasure to rival any site in Southeast Asia.
How to Get There
Borobudur is about 25 miles (40 kilometers) from Yogyakarta, where many day-trip tours can be booked. Those wishing to visit independently, or stay in Borobudur village outside the park entrance, can travel to the site by bus or taxi.
When to Visit

Though Borobudur teaches Buddhists to look inward, there are fantastic views from the temple over green fields and trees to distant hills and volcanoes—including active Merapi. Sunrise and sunset are particularly special times to be at the site. Weekends tend to be especially crowded.
How to Visit
Borobudur was designed to be climbed, and visitors able to follow the path of enlightenment to the top can experience the site as pilgrims did a thousand years ago. It’s well worth hiring a guide to explain the significance of statuary and the incredible bas-relief scenes along the way.

Help us protect the Arctic

Drilling in the Arctic is reckless, dangerous – and unnecessary at a time when an energy revolution has been proved possible. The British foreign office believes any oil spill in Arctic waters would be impossible to deal with.

Yet Cairn Energy is going to drill off the coast of Greenland – without making its oil spill response plan public. Experience has shown that we cannot trust oil companies on their word when they say they have it all covered. Cairn is saying that they managed to create a plan that most experts in the world say is impossible to pull off.

Cairn is gambling with the pristine wilderness of the Arctic. We demand that they show their hand.

Write to Cairn Energy’s CEO today to demand to see their Greenland oil spill response plan.
 

Minggu, 12 Juni 2011

Habitat dari Harimau Sumatra saat ini terancam karena deforestasi hanya untuk kertas

Barbie mempunyai kebiasaan buruk untuk membabat hutan, dia menghancurkan hutan hujan di Indonesia termasuk wilayah yang menjadi rumah satwa langka seperti harimau, orangutan, dan gajah hanya untuk membungkus dirinya dalam kemasan menarik.
Mattel, perusahaan pembuat Barbie terus memelihara kebiasaan buruk ini dengan membeli kemasan kertas dari Asia Pulp and Paper (APP) perusahaan yang terkenal jahat dan penghancur hutan Indonesia.
Habitat alam yang kritis dan hutan hujan yang kaya dengan karbon dan lahan gambut diratakan untuk membungkus mainan dalam kemasan kertas murah hanya untuk sekali pakai.

Menciptakan permainan untuk masa depan tidak berarti menghilangkan masa depan hutan hujan. Katakan kepada Mattel untuk berhenti menghancurkan hutan hujan hanya untuk kemasan mainan.


Sumber : www.greenpeace.org

Selasa, 31 Mei 2011

Sejarah Sistem Operasi Mobile Symbian

Sejarah Sistem Operasi Mobile Symbian



Symbian adalah sebuah sistem operasi dan platform software yang didesain untuk ponsel pintar dan saat ini diawasi oleh Nokia. Platform Symbian adalah suksesor daripada Symbian OS dan Nokia Seri 60 yang sebelumnya sudah pernah beredar di pasaran; Tidak seperti Symbian OS, yang membutuhkan beberapa sistem antarmuka pengguna, Symbian menyertakan sebuah komponen antarmuka pengguna berdasarkan S60 5th Edition. Versi terakhirnya yaitu Symbian^3 sudah secara resmi dirilis pada kuartal 4 tahun 2010 lalu, pertama kali digunakan pada ponsel Nokia N8.
Symbian OS aslinya dikembangkan oleh Symbian Ltd.. Ini merupakan keturunan dari EPOC dari Psion dan berjalan secara eksklusif di prosesor ARM, walaupun telah ada x86 port yang belum dirilis resmi ke publik. Device berbasis Symbian telah mencakup 29.2% pangsa pasar ponsel pintar dunia pada kuartal pertama tahun 2011. Beberapa perkiraan mengindikasikan bahwa jumlah kumulatif dari ponsel-ponsel yang dipaketkan dengan Symbian OS ini hingga akhir kuartal 2 tahun 2010 lalu berjumlah 385 juta. Hingga 5 April 2011, Nokia merilis Symbian di bawah lisensi baru dan dikonversikan ke model sumber kepemilikan yang dibagikan, berlawanan dari proyek kode sumber terbuka atau open source.

Sejarah

Pada tahun 1980, berdiri perusahaan pengembang software Psion yang didirikan oleh David Potter. Produk dari perusahaan itu diberi nama EPOC. Sistem operasi ini lebih difokuskan pada penggunaannya di telepon bergerak. Pada tahun 1998, terjadi sebuah kerjasama antara perusahaan Sony Ericsson, Nokia, Motorola dan Psion untuk mengeksplorasi lebih jauh kekonvergensian antara PDA dan telepon selular yang diberi nama Symbian. Pada tahun 2004 Psion menjual sahamnya dan hasil kerjasama ini menghasilkan EPOC Release 5 yang kemudian dikenal dengan nama Symbian OS v5. Sistem operasi dari Symbian OS v5 itu sudah mulai mengintegrasikan kebutuhan implementasi aplikasi pada perangkat seperti PDA selain telepon seluler.
Kemudian muncul perangkat yang dinamakan smartphone dan muncullah pula versi-versi terbaru dari Symbian OS hingga ada yang disebut dengan Symbian v6.0 atau yang lebih terkenal dengan nama ER6 yang merupakan versi pertama dari Symbian OS. Sifatnya terbuka karena pada sistem ini dapat dilakukan instalasi perangkat lunak oleh berbagai pengembang aplikasi. Pada awal tahun 2005, muncul Symbian OS v9.1 dengan sistem keamanan platform baru yang dikenal sebagai capability-based security. Sistem keamanan ini mengatur hak akses bagi aplikasi yang akan diinstal pada peralatan dalam hal mengakses API.
Muncul pula yang disebut dengan Symbian OS v9.2 yang melakukan perbaharuan pada teknologi konektifitas Bluetooth dengan digunakannya Bluetooth v.2.0. Sedangkan yang terbaru, Symbian mengeluarkan Symbian OS v9.3 (dirilis pada tanggal 12 Juli 2006) telah mengusung teknologi wifi 802.11 dan HSDPA sebagai bagian dari komponen standarnya.
Akar Dari Symbian dan Symbian Foundation peregangan Dilaporkan ke akhir Dari komputasi mobile, ketika Pikiran Cerdas Bersatu di sekitar gagasan untuk menemukan cara Terbaik untuk memobilisasi komputasi-untuk membantu Orang melakukan hal Yang lebih Baik, lebih Cepat, sekarang.
Dari hari-hari awal, gagasan yang menjadi Symbian adalah semua tentang kolaborasi-dimulai dengan awal tahun 1980-an David Potter desain game dan software kantor produktivitas untuk komputer pribadi Sinclair, sebuah kemitraan yang meluncurkan “Psion” nama. Dari hari-hari akhir, gagasan Yang menjadi adalah Symbian * Semua Tentang kolaborasi-dimulai years Artikel Baru akhir 1980-sebuah David Potter desain produktivitas perangkat lunak dan peralatan permainan untuk Komputer Pribadi Sinclair, sebuah kemitraan Yang meluncurkan “Psion” Nama. Program-program membantu melahirkan pada tahun 1984 kepada Pelaksana Psion, komputer pertama genggam di dunia-dan salah satu yang cepat akan mendukung database sederhana-untuk-menggunakan bahasa pemrograman, OPL. Program-program membantu melahirkan years PADA 1984 kepada pelaksana Psion, Komputer genggam Pertama di Dunia-dan salah Satu Yang Cepat akan mendukung database Sederhana-untuk-menggunakan bahasa pemrograman, OPL.
Dukungan kolaborasi dari industri untuk tumbuh kekuatan basis software Psion menyebabkan pembentukan bersejarah pada tahun 1998 dari Symbian, perusahaan patungan antara produsen Psion dan telepon Ericsson, Motorola, dan Nokia. Dukungan Dari kolaborasi industri untuk Kekuatan dasar Tumbuh software Psion menyebabkan pembentukan bersejarah years PADA 1998 Dari Symbian, ANTARA patungan anak pajak tangguhan Produsen dan Telepon Psion Ericsson, Motorola, dan Nokia. Selama beberapa tahun berikutnya Symbian membantu membawa ledakan inovasi-perangkat selular dengan perangkat lunak Symbian di dasar lebih dari 100 juta ponsel pada tahun 2006. Selama beberapa years berikutnya Symbian membantu membawa ledakan Inovasi-perangkat seluler perangkat lunak Symbian Artikel Baru di ditempatkan lebih Dari 100 juta ponsel PADA 2006 years.
Pada tahun 2008, langkah berikutnya dari evolusi Symbian berlangsung, dengan Nokia pembelian seluruh aset Symbian dan mulai menyusuri jalan setapak perangkat lunak untuk open source. PADA Tahun 2008, Langkah berikutnya Dari Evolusi berlangsung Symbian, Artikel Baru Nokia seluruh Aset Pembelian Symbian dan menyusuri jalan setapak Mulai perangkat lunak untuk open source. Sebagai Symbian Foundation dan seluruh anggotanya melihat ke masa depan dan miliaran mendatang perangkat mobile saling berhubungan, maka akan inovatif kolaborasi-bekerja sama-yang akan membantu membuat orang lebih produktif, lebih kreatif dan lebih terhibur dari sebelumnya. Sebagai Symbian Foundation seluruh anggotanya dan Melihat ke Masa Depan dan miliaran mendatang saling berhubungan perangkat mobile, Maka akan inovatif kolaborasi-bekerja akan membantu sama-yang Membuat Orang lebih Produktif, Kreatif lebih dan lebih Dari terhibur sebelumnya.

Perkembangan

1980: Psion yang didirikan oleh David Potter 1980: Yang Psion didirikan Dibuat David Potter
1984: Agenda Psion meluncurkan 1984: Agenda meluncurkan Psion
1986: yang “jauh lebih baik” Psion Organizer II meluncurkan, dengan bahasa pemrograman database sederhana digunakan, OPL. 1986: yang “JAUH lebih Baik” Psion Organizer II meluncurkan, bahasa pemrograman database perlengkapan Sederhana Artikel Baru, OPL.
1987: Psion memulai pengembangan dari “Sibo” (“Sixteen Bit Agenda”) keluarga sendiri baru perangkat dan sistem operasi multitasking disebut EPOC untuk menjalankan produk PDA-nya. 1987: Psion memulai pengembangan Dari “Sibo” (“Sixteen Bit Agenda”) Keluarga dan perangkat sistem multitasking memiliki anak pajak tangguhan Aktiva lain Baru Yang disebut EPOC Produk untuk menjalankan PDA-nya.
1989: Pertama EPOC16 perangkat, MC400 dan MC200, kapal dengan sedikit terutama 1-, antarmuka grafis keyboard yang dioperasikan. 1989: Pertama EPOC16 perangkat, MC400 MC200 dan, terutama Artikel Baru 1-bit kapal, keyboard Grafis dioperasikan Yang antarmuka.
1997: Versi pertama dari EPOC32 Release 1 muncul pada CD Psion Seri 5 v1.0. 1997: Versi Pertama Dari EPOC32 1 Release muncul di ROM Psion Seri 5 v1.0. Sistem operasi EPOC32, pada saat itu hanya disebut sebagai EPOC, kemudian berganti nama Symbian OS. Sistem Operasi EPOC32, PADA ITU Saat Hanya disebut sebagai EPOC, kemudian berganti Nama Symbian OS. EPOC32 adalah sistem pengguna pre-emptive multitasking, tunggal beroperasi dengan proteksi memori, yang mendorong pengembang aplikasi untuk memisahkan program mereka ke dalam mesin dan interface. EPOC32 adalah pre-emptive multitasking sistem pengguna tunggal Aktiva lain, perlindungan Artikel Baru Memori, Yang pengembang untuk memisahkan program mendorong mereka Aplikasi ke KESAWAN antarmuka dan mesin.
1998: Pada bulan Juni Psion Software menjadi Symbian, perusahaan patungan besar antara Psion dan produsen ponsel Ericsson, Motorola, dan Nokia. 1998: PADA bulan Juni Psion Software menjadi Symbian, Anak patungan Besar ANTARA Psion dan Produsen ponsel Ericsson, Motorola, dan Nokia. Pada Release 6, EPOC menjadi hanya dikenal sebagai Symbian OS. PADA Release 6, EPOC Hanya menjadi dikenal sebagai Symbian OS.
1999: The Psion Seri 5mx, Psion Seri 7, Psion Revo, Diamond Mako, Psion netBook, netPad, GeoFox Satu, dan MC218 Ericsson dibebaskan menggunakan ER5. 1999: The Psion Seri 5mx, Psion Seri 7, Psion Revo, Diamond Mako, Psion netBook, netPad, GeoFox Satu, dan MC218 ER5 dibebaskan menggunakan Ericsson. Sebuah proyek telepon diumumkan di CeBIT, yang Illium Phillips / Accent, tetapi tidak mencapai rilis komersial. Sebuah Proyek Telepon diumumkan di CeBIT, Yang Illium Phillips / Accent, tetapi regular tidak mencapai rilis Komersial.
2000: Ponsel pertama, Ericsson R380 dirilis menggunakan ER5u pada bulan November. 2000: Ponsel Pertama, Ericsson R380 dirilis menggunakan ER5u PADA bulan November.
2001: Yang pertama ‘terbuka’ Symbian OS ponsel, Nokia 9210 Communicator, dirilis pada bulan Juni 2001. 2001: ‘Terbuka’ Yang Pertama ponsel Symbian OS, Nokia 9210 Communicator, dirilis bulan Juni 2001 PADA. Bluetooth dukungan telah ditambahkan. Bluetooth dukungan telah ditambahkan. Hampir 500.000 ponsel Symbian yang dikirimkan pada tahun 2001, naik menjadi 2,1 juta pada tahun berikutnya. Hampir 500.000 ponsel Symbian Yang dikirimkan PADA years 2001, naik menjadi 2,1 juta PADA years berikutnya.
2003: pengiriman pertama dari Symbian OS 7.0, dan 7.0 rilis Symbian penting yang muncul dengan semua antarmuka pengguna kontemporer termasuk UIQ (Sony Ericsson P800, P900, P910, Motorola A925, A1000), Seri 80 (Nokia 9300, 9500), Seri 90 (Nokia 7710), Seri 60 (Nokia 3230, 6260, 6600, 6670, 7610) serta beberapa FOMA telepon di Jepang. 2003: Pertama kiriman Dari Symbian OS 7.0, 7.0 dan rilis parts Yang muncul Artikel Baru * Semua pengguna kontemporer termasuk antarmuka UIQ (Sony Ericsson P800, P900, P910, Motorola A925, A1000), Seri 80 (Nokia 9300, 9500), Seri 90 Symbian ( Nokia 7710), Seri 60 (Nokia 3230, 6260, 6600, 6670, 7610) Serta beberapa FOMA Telepon di Jepang. Hal ini juga ditambahkan dukungan EDGE dan IPv6. Suami hal Juga ditambahkan dukungan EDGE dan IPv6. Satu juta ponsel Symbian yang dikirimkan di Q1 2003, dengan tarif meningkat menjadi satu juta sebulan pada akhir tahun 2003. Satu juta ponsel Symbian dikirimkan Yang di Q1 2003, tarif Artikel Baru meningkat menjadi Satu juta sebulan PADA years Penambahan 2003.
2004: Psion menjual sahamnya di Symbian. 2004: Psion menjual sahamnya di Symbian.
2006: 100 juta ponsel dengan Symbian OS dikirimkan. 2006: 100 juta ponsel Symbian OS Artikel Baru dikirimkan.
2008: Symbian diakuisisi oleh Nokia; Symbian Foundation terbentuk.

Sabtu, 28 Mei 2011

Agus Harimurti Yudhoyono Raih 3 Medali

INILAH.COM, Jakarta - Kapten Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memperoleh tiga penghargaan setelah menempuh pendidikan Maneuver Captain Career Course (MCCC) di Fort Benning, pangkalan militer terbesar di dunia milik Angkatan Darat Amerika Serikat.

Informasi yang dihimpun INILAH.COM dari Konsulat Jenderal RI di Houston, Amerika Serikat, Agus ditempatkan dalam sebuah mimbar kehormatan oleh Maneuver Centre of Excellence US Army untuk menerima penghargaan tiga macam penghargaan atas prestasi yang berhasil diraihnya dalam suatu upacara militer di Freedom Hall, Fort Benning, Rabu (2/3/2011).

Suami artis Anisa Pohan ini juga menerima 3 medali yang diantaranya adalah Distinguish International Honour Graduated, Medali The Order of Saint Maurice, dan The Commandant’s List.

Penghargaan Distinguish International Honour Graduated ini diberikan kepada siswa internasional yang berhasil meraih prestasi terbaik selama pendidikan. Penghargaan yang sama yang pernah diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 1983, pada saat beliau berpangkat Kapten dan melaksanakan pendidikan di tempat yang sama. Sementara Medali The Order of Saint Maurice diberikan oleh National Infantry Assosiation, khusus kepada prajurit Infantri yang berhasil memenuhi beberapa kualifikasi yang ditentukan.

Agus juga dipandang telah mengukir prestasi akademis melebihi rekan-rekan seangkatannya dengan keseluruhan nilai rata-rata mencapai 92 % serta selalu menunjukkan keteladanan perilaku yang baik. untuk itu dia layak mendapatkan penghargaan The Commandant’s List. Ini adalah penghargaan yang diberikan kepada siswa yang nilai rata-rata akademisnya lebih dari 90%.

Dari 200 siswa yang mengikuti pendidikan ini sebanyak 27 orang berhasil mencapai standart nilai tersebut dan Kapten Agus Harimurti Yudhoyono adalah satu-satunya non-Amerika yang berhasil masuk dalam daftar penerima penghargaan tersebut dari 20 orang siswa militer asing yang mengikuti pendidikan di MCCC.

MCCC adalah sebuah program pendidikan militer dalam Angkatan Darat Amerika Serikat yang diselenggarakan oleh Maneuver Center of Excellence untuk mendidik perwira-perwira berpangkat Kapten agar nantinya memahami dan mahir secara taktik dan teknik dalam manuver operasional unit Light, heavy dan stryker Infanteri. Pendidikan ini juga membekali siswanya dengan kepemimpinan lapangan, proses pengambilan keputusan militer serta gelar operasi serangan, pertahanan dan counter insurgency.

Pemerintah Amerika Serikat mengundang secara selektif negara-negara sahabat untuk mengirimkan perwira-perwiranya mengikuti program pendidikan ini. Terdapat 20 siswa asing yang berasal dari Portugal, Turki, Korea Selatan, Yordania, Tanzania, Arab Saudi dan 11 negara lainnya yang menempuh pendidikan bersama dengan Kapten Agus Harimurti Yudhoyono di Fort Benning.

sumber : http://www.inilah.com/read/detail/1289452/agus-harimurti-yudhoyono-raih-3-medali

Minggu, 22 Mei 2011

Pancasila dan Politik Harapan

     Pada malam menjelang 1 Juni 1945, Soekarno keluar dari rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, dan menengadahkan wajahnya ke langit. Malam itu ribuan bintang bertebaran di langit dan proklamator Indonesia itu tiba-tiba merasa dirinya adalah sosok kecil yang dhaif. Pada kesempatan itulah, Soekarno merasa pundaknya dibebani pertanggungjawaban yang amat berat, terutama karena esok harinya ia mesti berpidato soal dasar negara Indonesia.

     Malam itu, dengan segenap kerendahan budi, Soekarno meminta petunjuk pada Tuhan tentang ihwal apa yang mesti disampaikannya esok di hadapan anggota Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Setelah doa itu, Soekarno merasa mendapat petunjuk atau ilham yang menyuruhnya menggali dasar negara itu dari bumi Indonesia sendiri. Kelak, pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 itu akan tenar sebagai Hari Lahir Pancasila.

     Bagi Yudi Latif, kisah Soekarno punya kesan tersendiri. Di hadapan ratusan peserta bedah buku Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila (Gramedia Pustaa Utama, 2011) di Gedung Nusantara V MPR, Jakarta Pusat, 11 April lalu, Yudi menyampaikan kisah itu kembali sebagai pengingat: bahwa dasar negara Indonesia lahir dari upaya penggalian terhadap kearifan bangsa ini di zaman lampau. Oleh karena itu, jika sekarang bangsa Indonesia mengalami krisis yang luas dan dalam, maka kita mesti berpaling ke dasar falsafah dan pandangan hidup bangsa kita sendiri.

     Solusi atas krisis yang dialami Indonesia, kata Yudi, tidak bisa dicari dari luar. Mengutip keberhasilan Eropa dan Jepang, Yudi Latif punya keyakinan bahwa Indonesia hanya bisa bergerak maju setelah bangsa ini mampu mengenali dirinya sendiri. Eropa bisa maju setelah zaman Rennaisance, yakni penggalian kembali kebudayaan Yunani dan Romawi yang menjadi akar peradaban bangsa itu. Sementara, Jepang bisa maju sesudah masa Restorasi Meiji, sebuah masa pembaharuan yang tak meninggalkan akar kepribadian bangsa Jepang.

     Oleh karenanya, solusi atas persoalan Indonesia hanya bisa muncul dengan melakukan penggalian kembali serta rekonstruksi terhadap alam pemikiran Pancasila, dasar negara yang punya akar panjang dalam tradisi bangsa Indonesia. Negara Paripurna adalah upaya intelektual Yudi untuk mewujudkan penggalian dan rekonstruksi tersebut. Pemikiran semacam ini, tentu saja, bukan hal baru di Indonesia masa sekarang. Seruan atau jargon kembali pada Pancasila dan UUD 1945 adalah sesuatu yang terus saja terdengar tapi tak pernah punya gema berkepanjangan.

     Tapi, Yudi Latif adalah intelektual yang bukan hanya mengumbar seruan dan slogan. Dia melakukan upaya panjang selama dua tahun untuk menyusun sebuah buku setebal 667 halaman yang secara panjang, lebar, dan dalam, menyoroti Pancasila. Yudi menggali bahan-bahan primer mengenai pendapat dan gagasan para pendiri bangsa Indonesia melalui salinan dokumen-dokumen BPUPKI. Melalui dokumen itulah, perdebatan dan gagasan awal para pendiri Indonesia perihal Pancasila tampak secara gamblang.

     Namun, Yudi tidak berhenti pada penggalian. Ia melanjutkan upayanya ke proses rekonstruksi. Upaya rekonstruksi ini menyoroti Pancasila dari sisi historisitas, rasionalitas, dan aktualitas. Yudi mengupas satu demi satu sila dalam Pancasila, untuk kemudian dibahas dari tiga aspek besar tersebut. Historisitas menyoroti aspek kesejarahan, bagaimana sebuah ide bisa timbul dan perdebatan dimulai. Aspek rasionalitas adalah upaya Yudi menyoroti ide dan gagasan para pendiri Indonesia secara teoretis dan komparatif melalui perbandingan dengan pemikiran lain. Sementara, aspek aktualitas adalah upaya Yudi menegosiasikan alam pikiran Pancasila dengan kondisi kekinian.

     Yudi menegaskan, Pancasila adalah dasar statis yang mempersatukan sekaligus bintang penuntun yang dinamis, yang mengarahkan bangsa Indonesia mencapai tujuannya. Sebagai alat pemersatu, Pancasila bersifat statis karena faktanya bangsa Indonesia bisa bersatu hanya dengan bersandar pada nilai-nilai Pancasila yang sangat akomodatif. Di sinilah, mungkin, Yudi menemukan frasa “negara paripurna”, yang bisa jadi dimaksudkannya sebagai penegas bahwa Pancasila sudah final sebagai falsafah Indonesia.

     Tapi, keparipurnaan Pancasila sebagai falsafah negara bukanlah berarti lima sila itu adalah sesuatu yang beku dan baku. Seperti sudah ditegaskan di awal, Pancasila bersifat statis sebagai pemersatu, tapi  sekaligus punya peran sebagai bintang penuntun yang dinamis. Sebagai penuntun, Pancasila mau tak mau harus dinamis karena ideologi tersebut harus berhadapan dengan tuntutan dan kenyataan zaman. Pada titik ini, nilai-nilai Pancasila harus terus diaktualisasikan dan didialogkan dengan problem dan kenyataan Indonesia kiwari.

     Negara Paripurna menyajikan sebuah konklusi menarik, bahwa warisan terbaik para pendiri Indonesia adalah “politik harapan”, bukan “politik ketakutan”. “Pengalaman menjadi Indonesia menunjukkan bahwa semangat perjuangan memiliki kemampuan yang tidak terbatas untuk menghadapi pelbagai rintangan,” kata Yudi. Masalahnya, yang harus di cari di masa sekarang adalah “semangat perjuangan” itu sendiri, sebuah pra syarat bagi tumbuhnya “politik harapan”.

CILACAP BERCAHAYA

Cilacap, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Cilacap.
Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas di utara, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar (Jawa Barat) di sebelah Barat.

Berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat, Cilacap merupakan daerah pertemuan Budaya Jawa (Banyumasan) dengan Budaya Sunda (Priangan Timur).
Nusa Kambangan, sebuah pulau yang tertutup terdapat lembaga pemasyarakatan Kelas I, terdapat di kabupaten ini.
Pulau ini sering juga disebut sebagai AL Catraz-nya Indonesia.
Ada beberapa Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I yang masih aktif antara lain: LP Permisan, LP Kembang Kuning, LPBatu, dan LP Besi.

1. Zaman Kerajaan Jawa
Penelusuran sejarah zaman kerajaan Jawa diawali sejak zaman Kerajaan Mataram Hindu sampai dengan Kerajaan Surakarta.
Pada akhir zaman Kerajaan Majapahit (1294-1478) daerah cikal-bakal Kabupaten Cilacap terbagi dalam wilayah-wilayah Kerajaan Majapahit, Adipati Pasir Luhur dan Kerajaan Pakuan Pajajaran, yang wilayahnya membentang dari timur ke arah barat :

- Wilayah Ki Gede Ayah dan wilayah Ki Ageng Donan dibawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
- Wilayah Kerajaan Nusakambangan dan wilayah Adipati Pasir Luhur
- Wilayah Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Menurut Husein Djayadiningrat, Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran setelah diserang oleh kerjaan Islam banten dan Cirebon jatuh pada tahun 1579, sehingga bagian timur Kerajaan Pakuan Pajajaran diserahkan kepada Kerajaan Cirebon.
Oleh karena itu seluruh wilayah cikal-bakal Kabupaten Cilacap disebelah timur dibawah kekuasaan Kerajaan Islam Pajang dan sebelah barat diserahkan kepada Kerajaan Cirebon.

Kerajaan Pajang diganti dengan Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Panembahan Senopatipada tahun 1587-1755, maka daerah cikal bakal Kabupaten Cilacap yang semula di bawah kekuasaan Kerajaan Islam Pajang diserahkan kepada Kerajaan Mataram .

Pada tahun 1595 Kerajaan Mataram mengadakan ekspansi ke Kabupaten Galuh yang berada di wilayah Kerajaan Cirebon.

Menurut catatan harian Kompeni Belanda di Benteng Batavia, tanggal 21 Pebruari 1682 diterima surat yang berisi terjemahan perjalanan darat dari Citarum, sebelah utara Karawang ke Bagelen.
Nama-nama yang dilalui dalam daerah cikal-bakal Kabupaten Cilacap adalah Dayeuhluhur dan Limbangan.

2. Zaman Penjajahan Belanda
Pembentukan Onder Afdeling Cilacap (dua bulan setelah Residen Launy bertugas) dengan besluit Gubernur Jenderal D.De Erens tanggal 17 Juli 1839 Nomor 1, memutuskan :

"Demi kepentingan pelaksanaan pemerintahan daerah yang lebih rapi di kawasan selatan Banyumas dan peningkatan pembangunan pe,abuhan Cilacap, maka sambil menunggu usul organisasi distrik-distrik bagian selatan yang akan menjadi bagiannya, satu dari tiga Asisten Resident di Karesidenan ini akan berkedudukan di Cilacap".

Karena daerah Banyumas Selatan dianggap terlalu luas untuk dipertahankan oleh Bupati Purwokerto dan Bupati Banyumas maka dengan Besluit tanggal 27 Juni 1841 Nomor 10 ditetapkan :"Patenschap" Dayeuhluhur dipisahkan dari Kabupaten Banyumas dan dijadikan satu afdeling tersendiri yaitu : afdeling Cilacap dengan ibu kota Cilacap, yang menjadi tempat kedudukan kepala Bestuur Eropa Asisten Residen dan Kepala Bestuur Pribumi Rangga atau Onder Regent.
Dengan demikian Pemerintah Pribumi dinamakan Onder Regentschap setaraf dengan Patih Kepala Daerah Dayeuhluhur.

Bagaimanapun pembentukan afdeling memenuhi keinginan Bupati Purwokerto dan Banyumas yang sudah lama ingin mengurangi daerah kekuasaan masing-masing dengan Patenschap Dayeuhluhur dan Distrik Adiraja.

Adapun batas Distrik Adiraja yang bersama pattenschap Dayeuhluhur membentuk Onder Regentschap Cilacap menurut rencana Residen Banyumas De Sturier tertanggal 31 Maret 1831 adalah sebagai berikut :

Dari muara Sungai Serayu ke hulu menuju titik tengah ketinggian Gunung Prenteng.
Dari sana menuju puncak, turun ke arah tenggara pegunungan Kendeng, menuju puncak Gunung Gumelem (Igir Melayat).
dari sana ke arah selatan mengikuti batas wilayah Karesidenan Banyumas menuju ke laut.
Dari sana kearah barat sepanjang pantai menuju muara Sungai Serayu.
dari batas-batas Distrik Adiraja dapat diketahui bahwa Distrik Adiraja sebagai cikal-bakal eks Kawedanan Kroya lebih besar dari pada eks. Kawedanan Kroya , karena waktu itu belum terdapat Distrik Kalireja, yang dibentuk dari sub bagian Distrik Adiraja dan sebagai Distrik Banyumas.
Sehingga luas kawasan Onder Regentschap Cilacap masih lebih besar dari luas Kabupaten Cilacap sekarang.

Pada masa residen Banyumas ke-9 Van de Moore mengajukan usul Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 3 Oktober 1855 yang ditandatangani Gubernur Jenderal Duijmaer Van Tuist, kepada Menteri Kolonial Kerajaan Belanda dalam Kabinet Sreserpt pada tanggal 29 Desember 1855 Nomor 86, dan surat rahasia Menteri Kolonial tanggal 5 Januari 1856 Nomor 7/A disampaikan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Usul pembentukan Kabupaten Cilacap menurut Menteri Kolonial bermakna dua yaitu permohonan persetujuan pembentukan Kabupaten Cilacap dan organisasi bestir pribumi dan pengeluaran anggaran lebih dari F.5.220 per tahun yang keduanya memerlukan persetujuan Raja Belanda,setelah menerima surat rahasia Menteri Kolonial Pemerintah Hindia Belanda dengan besluit Gubernur Jenderal tanggal 21 Maret 1856 Nomor 21 antara lain menetapkan Onder Regentschap Cilacap ditingkatkan menjadi Regentschap (Kabupaten Cilacap).

Daftar Nama Bupati Cilacap :
1. R. Tumenggung Tjakra werdana II (1858-1873)
2. R. Tumenggung Tjakra Werdana III (1873-1875)
3. R. Tumenggung Tjakra Werdana IV (1875-1881)
4. R.M Adipati Tjakrawerdaya (1882-1927)
5. R.M Adipati Arya Tjakra Sewaya (1927-1950)
6. Raden Mas Soetedjo (1950-1952)
7. R. Witono (1952-1954)
8. Raden Mas Kodri (1954-1958)
9. D.A Santoso (1958-1965)
10. Hadi Soetomo (1965-1968)
11. HS. Kartabrata (1968-1974)
12. H. RYK. Moekmin (1974-1979)
13. Poedjono Pranyoto (1979-1987)
14. H. Mohamad Supardi (1987-1997)
15. H. Herry Tabri Karta, SH (1997-2002)
16. H. Probo Yulastoro, S.Sos, MM, M.Si (2002- sekarang)

Daftar KEcamatan di CILACAP :
1. Adipala
2. Bantarsari
3. Binangun
4. Cilacap Selatan
5. Cilacap Tengah
6. Cilacap Utara
7. Cimanggu
8. Cipari
9. Dayeuhluhur
10. Gandrung Mangu
11. Jeruklegi
12. Kampung Laut
13. Karang Pucung
14. Kawunganten
15. Kedungreja
16. Kesugihan
17. Kroya
18. Majenang
19. Maos
20. Nusawungu
21. Patimuan
22. SAmpang
23. Sidareja
24. Wanareja

VISI DAN MISI
VISI
Visi Pemerintah Kabupaten Cilacap sesuai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Cilacap Tahun 2008-2012 adalah
"Terciptanya Pemerintahan yang Tangguh, Terpercaya dan Mandiri Guna Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat"

MISI
Untuk mewujudkan visi Kabupaten Cilacap ditetapkan misi sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pemerintahan daerah secara efisien dan efektif dengan mensinergikan upaya-upaya bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat (Good Governance).
2. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia baik sumberdaya aparatur maupun sumberdaya masyarakat secara luas sebagai modal dasar bagi pelaksanaan otonomi daerah.
3. Memberikan pelayanan prima dalam rangka menumbuhkan iklim investasi yang sehat.
4. Penguatan struktur perekonomian daerah melalui penguatan potensi ekonomi lokal.
5. Meningkatkan pembangunan atau penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur ekonomi, perdagangan, pendidikan dan kesehatan untuk mencapai derajat manusia yang bermartabat.
6. Meningkatkan kemampuan keuangan daerah dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

LAMBANG DAERAH
Bentuk dan Wujud Lambang Daerah




Bintang Segi Lima;
Melambangkan keluhuran cita-cita masyarakat Daerah yang berkepribadian Pancasila.

Tugu Pahlawan dengan lidah api diatas gelombang Laut Selatan;
Tugu Pahlawan melambangkan perjuangan heroik masyarakat Daerah dimasa Revolusi 1945.
Lidah api menunjukkan hitungan 5, berarti perjuangan yang berdasarkan Pancasila.
Gelombang Laut Selatan dengan lekuk gelombang berjumlah 4 dihubungkan dengan lidah api (5) berarti bahwa perjuangan yang berkobar-kobar sejak Revolusi 45 berdasarkan UUD 45 dan jiwa juang 45.

Kembang Wijayakusuma;
Merupakan lambang Wahyu Negara pada saat masih berbentuk kerajaan.

Wijayakusuma menjadi nama pengenal khas dan merupakan lambang hidup daerah.
Kembang ini hanya ada dan tumbuh di Cilacap saja (bunga gaib).

Padi dan Kapas;
Melambangkan keluhuran cita-cita masyarakat Daerah mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam mengemban Amanat Penderitaan Rakyat.
Padi dan Kapas bermakna kegiatan masyarakat di bidang pangan dan sandang.
Jumlah butir padi 17 dan kapas 8, dihubungkan dengan Kembang Wijayakusuma yang berkelopak 4 dan berdaun bunga 5, menunjukkan betapa keramatnya Proklamasi Tujuhbelas Delapan Empatlima.

Ikan Hiu;
Ikan Hiu melambangkan Cilacap berada di daerah pantai laut selatan, penghasil ikan, dan sebagian dari masyarakatnya adalah nelayan.

Warna Lambang Daerah dan maknanya
Warna Merah Hati :
keberanian, keuletan, kewaspadaan serta melambangkan perjuangan yang gagah berani
Warna Kuning Emas :
keluhuran didalam mengemban tugas
Warna Putih :
kesucian jiwa
Warna Hitam :
ketenangan dan ketabahan
Warna Hijau :
kesuburan dan kemakmuran
Warna Biru Laut / Biru Tua :
Cilacap terletak di pantai selatan, Samudera Indonesia

Seluruh warna menggambarkan kepribadian masyarakat Daerah.

MOTTO :
JALA BHUMI WIJAYAKUSUMA CAKTI

JALA : Air, Lautan
BHUMI : Tanah, Daratan
WIJAYAKUSUMA : Bunga Kejayaan
CAKTI : Ilmu Tertinggi

Artinya adalah :
"Kemampuan membudidayakan bumi, laut, air untuk kemakmuran"

sejak 1986 Kabupaten Cilacap telah memilik lagu sesanti berjudul Cilacap Bercahaya, ciptaan Sumardi HS, lirik ditulis oleh mantan Bupati Cilacap, HM Supardi.

Sabtu, 21 Mei 2011

indahnya kotaku








Pesisir Diujung Selatan.... Cilacap Bercahaya

Jumat, 20 Mei 2011

Arsitektur 2-tier (Client/Server)

Apa itu 2-tier?
Sebelum memulai, kata "tier" memiliki maksud yang sama dengan kata "layer", yaitu tingkatan atau lapisan.
Arsitektur two-tier menggambarkan dua tingkatan aplikasi yang saling berkomunikasi, terdiri dari client dan server sehingga dikenal dengan istilah Client/Server. Pada komputer client membuat service request dari program aplikasi seperti email, web akses dan database akses kemudian dikirim ke computer server. Setelah komputer server menerima request dari client, diproses dan mengirim informasi tersebut kepada client. Kemudian informasi tersebut tampil di komputer client.

Kita bisa juga menyebut arsitektur ini dengan arsitektur fat client karena bagian terbesar atau yang utama dari aplikasi berjalan pada sisi client/komputer client.

Karakteristik
Karakteristik Client :
- Memulai request (aktif)
- Menunggu dan menerima jawaban dari server
- Biasanya terkoneksi beberapa server dalam waktu yang sama
- Berinteraksi dengan end user menggunakan graphical user interface

Karakteristik Server:
- Tidak pernah memulai request atau aktivitas (pasif)
- Menerima request dari client yang terhubung, memproses dan mengirim balasan berupa service response
- Menunggu request dari client
- Server dapat melakukan install/uninstall aplikasi dan mengirim data ke client

Menggunakan Active Form

Kita akan mempraktekan bagaimana membangun aplikasi yang dijalankan dihalaman web browser. Untuk itu kita menggunakan ActiveForm. Di Delphi, sebuah ActiveForm adalah ActiveX control yang diencapsul di form Delphi.


Membuat form ActiveX
Didalam delphi fasilitas untuk membangun ActiveForm sudah disediakan oleh Delphi hanya tinggal menggunakannya saja.
Untuk membuat ActiveX baru (ActiveForm), klik menu File|New, dan pilih tab ActiveX kemudian double klik ikon Active Form. Karena ini hanya contoh biarkan dalam kondisi default, kemudian klik OK.



Kode Baris
Didalam ActiveForm yang sudah terbentuk, tambahkan komponen Edit dan Button. 


Isikan kode berikut pada event OnClick pada Button:

  procedure TActiveFormX.Button1Click(Sender: TObject);
  begin
     ShowMessage(Edit1.text);
  end;
 
Web Deploy
Untuk menggunakan
ActiveForm kedalam halaman web, kita harus menggunakan Web Deploy
option. Untuk membangun ActiveForm, Web Deploy option harus disetting
dengan tepat, dan project harus dikompile. Pilih Project| Web Deployment
options untuk membuka kotak dialog Web Deploy option.


Jika kita meletakkan file HTML (HTML dir) dan file OCX (Target dir) didirectory yang sama, maka Target URL harus diisi dengan “./”.
Sekarang pilih Project|Web Deploy untuk mengkompile. Hasil dari kompilasi tersebut akan membentuk dua buah file yaitu file halaman HTML yang berisi refrensi dari ActiveX dan file OCX. File tersebut harus dibuat dan ditransfer ke Web Server.

Menjalankan
Akhirnya kita bisa melihat ActiveForm yang kita bangun berjalan atau tidak. Buka web browser (mis. Internet Expoler) dan isi Address dengan letak file HTML di web server. 



Catatan: Supaya berjalan pada browser, Internet Explorer properties harus disetting default. Karena user harus mengijinkan menjalankan ActiveX.